Tata Cara investasi di Kawasan Berikat Nusantara

Export Processing Zone

Investor yang berminat untuk menanamkan modal di Kawasan Berikat Nusantara harus melakukan hal hal sebagai berikut :

A. Persyaratan untuk menetap
langkah pertama untuk mendapatkan ijin tinggal, calon investor harus menyewa bangunan/lahan dengan cara :

  1. Menyampaikan permohonan kepada Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT (P) KBN melalui surat, faximili atau e-mail ke marketing@kbn.co.id, atau
  2. mengisi formulir yang disediakan di Divisi Pemasaran atau
  3. mengisi form yang tersedia di website : http://www.kbn.co.id

B. Perijinan yang diperlukan di Kawasan Berikat Nusantara
Setelah investor menerima persetujuan sewa dari PT (P) KBN termasuk harga, ukuran lahan/bangunan yang disewa, langkah selanjutnya adalah :

1.  Investor harus meletakkan jaminan 3 (tiga) bulan sewa ke rekening

Mandiri Cakung
US$ A/C : 120.0097032879
Rp A/C : 120.0090009296

2.  Perjanjian sewa Lahan dan Bangunan

Perjanjian sewa lahan dan bangunan harus ditandatangani oleh Investor dan KBN, investor harus menyerahkan dokumen – dokumen

    • Photocopy Passport/Akta Notaris
    • Photocopy tanda terima 3 bulan deposit
    • Surat kuasa bila perjanjian tidak ditandatangani oleh yang berwenang

3.  Keterangan Domisili

Keterangan Domisili akan diterbitkan segera oleh Divisi Pemasaran.

 4.  Penanaman Modal Asing (PMA)

investor harus mendapatkan ijin Penanaman Modal Asing dari Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kedutaan Besar Indonesia atau konsul jenderal di luar negeri

Dokumen berikut harus di lampirkan:

    • Rekomendasi dar PT (P) Kawasan Berikat Nusantara
    • Mengisi form “Model I PMA”
    • Keterangan Domisili
    • Susunan Pemegang Saham
    • Poto Copi Pasport mitra Asing
    • Poto Copy KTP
    • Persetujuan Kerjasama Perusahaan
    • Surat Kuasa bila tandatangan tidak dilakukan oleh pihak yang berwenang.
    • Profil perusahaan/brosur (bila ada)
    • Flow chart produksi dan material
    • Skema penanganan polusi/limbah (bila diperlukan)

 5.  Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN)

Investor yang ingin menanamkan modal dalam negeri melampirkan:

    • mengisi form “Model I PMDN”
    • Photocopy kontrak perjanjian atau keterangan domisili
    • susunan pemegang saham
    • Skema penanganan polusi
    • flow chart produksi dan pemakaian bahan baku
    • Photocopy KTP
    • NPWP

 6.  Pendirian perusahaan dengan akta notaris

Persyaratan yang harus dilengkapi

    • Photocopy ijin PMA
    • Keterangan Domisili
    • Photocopy passport (Asing) and KTP (Indonesia)
    • NPWP

 7.  Nomor Pokok Wajib Pajak(NPWP)

    • Mengisi Form yan disediakan kantor PAjak
    • Potocopy Akta Perusahaan
    • Potocopy Ijin Penanaman Modal

8.  Penetapan sebagai Pengusaha Di KAwasan Berikat (PDKB)

PDKB diterbitkan oleh Dirjen BEa dan Cukai dengan persyaratan

    • Pengisian Form
    • Rekomendasi dari PT (P) KBN
    • Potocopy Akta Perusahaan
    • Bukti penyetoran Modal
    • Potocopy Pengusaha Kena PAjak
    • Peta Gambar batas perusahaan
    • Daftar barang modal
    • Laporan penggunaan barang modal, bahan baku dan bahan penolong
    • Surat ernyataan
    • Surat pernyataan perusahaan baru berdiri dan tidak dikenakan SPT Tahunan dan PPH Wajib Badan
    • Pernyataan belum melakukan ekspor
    • pernyataan bahwa perusahaan tidak pernah melanggar hukum
    • Pernyataan bahwa perusahaan akan mengimplementasikan sistem EDi dalam waktu 3 bulan setelah beroperasi
    • Pernyataan bahwa perusahaan tidak memiliki perusahaan lain yang memperoleh fasilitas Bapeksta
    • Referensi Bankr.

 9. Daftar Induk Barang Modal

Untuk tujuan impor barang modal seperti mesin-mesin produksi dan peralatan lain yang berhubungan dengan produksi, investor harus meminta persetujuan atas Daftar Induk Barang Modal mereka dari PT (P) KBN. Unit Bisnis / Documents Pasalnya, dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:

    • Aplikasi untuk Unit Bisnis / Documents Seksi PT (P) KBN
    • Isilah Daftar Induk Barang Modal membentuk
    • Fotokopi Penanaman Modal Asing Lisensi / Izin Penanaman Modal Dalam Negeri. Setelah 4 lisensi / izin telah diperoleh, perusahaan diperbolehkan untuk mengimpor Barang Modal, Bahan Baku dan peralatan produksi lainnya.

 10. Terbatas Angka Pengenal Importir (APIT)

Untuk tujuan impor barang modal / bahan baku yang akan digunakan dalam produksi, Importir Terbatas Angka Pengenal (APIT) yang dibutuhkan yang diterbitkan oleh PT (P) KBN di Unit Bisnis / Dokumen Pasalnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

    • Aplikasi untuk PT (P) KBN di Unit Bisnis / Dokumen Bagian
    • Harus memiliki Lisensi / Izin Penanaman Modal Asing Penanaman Modal Dalam Negeri
    • Harus memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak Code)
    • Mengisi formulir untuk Terbatas Angka Pengenal Importir (APIT) (ditambah 2 foto berukuran 3 x 4 cm masing-masing)
    • Manajemen Perusahaan telah menandatangani Importir Terbatas Nomor Identitiy dikeluarkan.

 Dalam kasus penandatangan:

    • Kisah atas nama Manajemen, Surat Penunjukan disahkan oleh Notaris wajib dilampirkan.
    • Apakah warga negara Indonesia keturunan asing, Sertifikat Kewarganegaraan dan Sertifikat Ganti Nama harus dilampirkan.

 Selain lampirkan sebagai berikut:

    • 3 (tiga) 2 x 3 cm foto dari penandatangan APIT
    • Fotokopi Kartu ID / paspor penanda tangan.

 11. Tetap Operasi Industri License (IUT)

Untuk memungkinkan Perseroan untuk memulai produksi pada skala komersial, Surat Izin Operasi Industri harus diperoleh dari KBN di Unit Bisnis / Documents Pasalnya, dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Fotokopi Domestik Investmen Lisensi / Izin Penanaman Modal Asing dan perubahan nya.
    • Fotokopi Akta perusahaan Pendirian dan perubahan yang
    • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak Code)
    • Kegiatan Investasi Terbaru (LKPM)
    • Izin usaha lainnya
    • Rencana Kerja Tenaga Kerja (RPTK).

 12. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Investor yang ingin membangun bangunan di atas tanah yang disewa oleh diri mereka sendiri, atau ingin memperluas bangunan sewa, harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh PT (P) KBN yang persyaratan berikut harus dipenuhi:

    • Surat permohonan / mengisi formulir PMB-PM
    • Groundplan gedung / lokasi
    • Leasing kontrak antara KBN dan investor
    • Architectrual rencana, lengkap dengan SIBP
    • Rencana Konstruksi dan perhitungan konstruksi (analisis struktural), lengkap dengan SIBP
    • Merencanakan dan membangun instalasi peralatan, lengkap dengan SIBP.

 13. Surat Keterangan Asal (SKA)

Perusahaan membutuhkan Surat Keterangan Asal untuk melengkapi dokumen pengiriman ekspor mereka mungkin berlaku untuk PT (P) KBN ini Unit Bisnis / Documents Pasalnya, dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Mengisi formulir terkait
    • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
    • Air Way Bill / Bill of Lading
    • Spesifikasi bahan baku yang digunakan
    • Biaya kerusakan.

 14. Rekomendasi untuk Listrik, Telepon, dan Air Connection

Untuk tujuan ini investor harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Rekomendasi untuk Listrik Connection Pemohon harus mengajukan permohonan kepada KBN untuk mendapatkan rekomendasi untuk sambungan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia dengan melampirkan salinan kontrak leasing.
    • Rekomendasi untuk Sambungan Telepon Pemohon harus mengajukan permohonan kepada KBN untuk mendapatkan rekomendasi untuk sambungan telepon oleh PT. Telkom dengan melampirkan salinan kontrak leasing.
    • Pasokan Air Connection Pemohon harus mengajukan permohonan kepada KBN dengan melampirkan fotokopi bukti pembayaran sambungan air dan salinan kontrak leasing.