Cikal bakal PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN (Persero) bermula saat Pemerintah Republik Indonesia mendirikan PT. Yado Warehousing (Persero) pada 1968. Perusahaan yang menempati lahan seluas empat hektar di Kampung Bandan, Jakarta Utara ini mempunyai tugas untuk mengelola kawasan pergudangan sebagai pintu gerbang atau entreport umum untuk impor.

Delapan tahun kemudian, Pemerintah melikuidasi PT. Yado Warehousing dan mendirikan PT. Bonded Warehouses Indonesia. Pemerintah ingin mengembangkan entreport umum untuk impor yang berlokasi di Pelabuhan Nusantara Tanjung Priok. 

Nama KBN itu sendiri baru muncul pada 28 Juni 1986. Tanggal ini lah yang kemudian menjadi hari jadi KBN. Perusahaan ini berdiri seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 1986. Peraturan ini berisi pembentukan perusahaan baru yang merupakan hasil penggabungan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero yaitu PT Bonded Warehouses Indonesia dan PT. Sasana Bhanda. PT. Sasana Bhanda adalah perusahaan pergudangan lini satu yang berdiri pada tahun 1983 yang berlokasi di Cakung.

Sepanjang lebih dari dua dekade perjalanannya, PT. KBN (Persero) terus berkembang seiring dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun ekonomi global. Selain itu, perusahaan juga semakin besar berkat adanya penggabungan dari BUMN lain yang dilikuidasi.

Proses penggabungan yang pertama terjadi pada 1990. Melalui PP Nomor 31 Tahun 1990, Pemerintah melikuidasi PT Pusat Perkayuan Marunda (Persero) dan menggabungkan perusahaan ini dengan PT. KBN (Persero). Lalu pada 1994 melalui PP Nomor 38 tahun 1994, pemerintah menerima hasil likuidasi PT. Pengelola Kawasan Berikat Indonesia (Persero) (PKBI) dan menggabungkannya dalam PT. KBN (Persero). Berbagai proses merger ini tentu memberikan berbagai warna. Sejak saat itu pemegang saham PT. KBN (Persero) terdiri dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

VISI

“Pengelola Kawasan Industri Multi Purpose Yang Terintegrasi Dengan Pelabuhan, Berwawasan Lingkungan Dan Bertaraf Internasional”

 

MISI

1.   Mewujudkan manajemen perusahaan berstandar internasional dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan

      semangat kebersamaan,  serta bertindak proaktif, efisien dan inovatif dalam setiap karya.

2.   Mendorong Pengembangan Industri Padat Modal dan Tepat Guna.

3.   Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategis untuk meningkatkan nilai tambah secara

      berkesinambungan

4.   Mendorong Peningkatan Ekspor

5.   Menjadikan dan Mengembangkan Kawasan Dry Port

6.   Meningkatkan Aplikasi Teknologi Industri Modern

7.   Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional

8.   Melaksanakan dan Meningkatkan Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS)

9.   Mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

10. Mengelola Dermaga Multi Purpose dan Dermaga untuk Lokal.

11. Mempertahankan dan Menunjang Tersedianya Sarana Logistik Berupa Pergudangan dan Penyediaan Lahan

12. Mengembangkan komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemangku kepentingan (stake-holders)

      terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar.

 

TATA LAKSANA

TOP

  • T erpercaya SDM-nya
  • O ptimal Kinerjanya
  • P rima Layanannya

 

SIKAP BERINTERAKSI KARYAWAN/TI PT. KBN (PERSERO) “5S” :

1. Senyum

2. Salam

3. Sapa

4. Sopan

5. Santun