KBN Menyongsong New Normal

blog post

PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) mengelar seminar online atau webinar untuk kalangan internal perusahaan pada Senin, 27 Juli 2020. Direktur Utama KBN, HM. Sattar Taba menjelaskan, webinar tersebut membahas Langkah-langkah perusahaan dalam menghadapi situasi new normal.

”Ada dua hal penting yang harus dibahas yaitu mengenai kesehatan dan cashflow perusahaan. Untuk itu kegiatan ini sangat perlu diikuti oleh para karyawan. Kegiatan ini merupakan rekomendasi dari Kementerian BUMN,” kata Sattar Taba.

Dia melanjutkan, situasi yang dihadapi saat ini harus mendapat perhatian serius karena kondisinya lebih rumit dibanding krisis tahun 1998. ”Kita menghadapi dua masalah sekaligus yaitu masalah Kesehatan terkait wabah Covid-19 dan juga persoalan cashflow perusahaan. Tapi situasi ini pun membuat kita menjadi lebih kreatif. Semua kegiatan perusahaan bisa dilakukan secara online,” katanya.

Direktur Keuangan KBN, Daly Mulyana dalam paparannya menjelaskan, webinar untuk internal perusahaan ini membahas dua agenda yaitu sosialisasi core values BUMN “AKHLAK” dan internalisasi new normal.

”Untuk sosialisasi new normal itu kita lakukan terus secara bertahap. Kita harus terus bekerja dan produktif dengan tetap memprioritaskan kesehatan kita,” katanya.

Terkait core values BUMN, Daly menjelaskan bahwa Kementerian BUMN telah mencanangkan core values untuk seluruh BUMN yaitu “AKHLAK.” Sehingga ini perlu disosialisasikan, dan ini juga akan mengganti core values yang ada di KBN yaitu TOP.

”Kita akan gantikan dengan AKHLAK ini, sehingga nanti ke depan ketika kita bicara semangat kesatuan, semangat kekeluargaan dengan BUMN yang lain, itu kita sudah menggunakan satu core values yaitu “AKHLAK”,” jelasnya.

Daly melanjutkan, BUMN perlu memiliki nilai-nilai utama sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja. Akhlak yang harus dimiliki insan BUMN adalah amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaftif dan kolaboratif (AKHLAK).

Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaidi mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, kantor merupakan salah satu tempat yang rawan selain pasar dan mal. Wabah ini diperkirakan baru bisa hilang setelah ditemukannya vaksin, yang diperkirakan baru bisa diproduksi pada tahun 2021.

”Daerah dekat KBN ada kasus Covid-19, maka tindakan perusahaan adalah memperketat akses keluar masuk,” katanya. (*)