KBN Bantu Ventilator untuk Mendukung Peningkatan Layanan RSU Pekerja

blog post

PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero menyerahkan bantuan berupa ventilator untuk mendukung peningkatan layanan Rumah Sakit Umum (RSU) Pekerja KBN. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan nota serah terima yang dilakukan Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana dan Direktur Utama RSU Pekerja, dr Merty Supriharti, Kamis (11/06/20).

Bantuan ini menurut Direktur Utama RSU Pekerja, dr Merty Supriharti akan sangat besar artinya dalam upaya mendukung layanan di Intensive Care Unit (ICU) RSU Pekerja yang selama ini baru memiliki satu unit ventilator.

Bila dilihat dari kapasitas ICU dengan 10 tempat tidur, idealnya memang perlu ada 10 ventilator. Meski sekarang masih jauh dari harapan, namun penambahan ventilator baru seharga Rp300 juta tersebut akan sangat membantu pasien ICU yang membutuhkan alat tersebut.

“Terima kasih banyak atas bantuan ventilator ini, semoga alat ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan RSU Pekerja kepada masyarakat sekitar,” harap dr Merty.

Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana dalam kata sambutannya menyebutkan bantuan tersebut disisihkan dari alokasi THR (tunjangan hari raya) direksi yang atas arahan Menteri BUMN dialihkan bagi penananganan Covid-19. Ditambah dengan dana PKBL (program kemitraan dan bina lingkungan), akhirnya terwujudlah ventilator tersebut.

Selain ventilator, Dirkeu KBN berjanji akan memenuhi usulan dari direksi RSU Pekerja untuk membangun kamar operasi baru berstandar tertentu yang mampu menangani sejumlah tindakan medis, termasuk bagi penderita penyakit infeksi, seperti Covid-19.

Kamar operasi semacam itu penting, karena dari sejumlah pasien Covid-19 yang ditangani RSU Pekerja, penanganan awal masih dilakukan di rumah sakit lain.

Pimpinan PT KBN Persero akan terus mendukung langkah-langkah RSU Pekerja dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, sejak Mei 2020 lalu, rumah sakit yang berada di tengah permukiman padat ini sudah mampu menunjukkan kinerjanya yang baik berupa profit bagi perusahaan.

RSU Pekerja lahir 6 tahun lalu atas inisiatif Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dibangun 8 lantai dengan 121 tempat tidur, RSU Pekerja pada awalnya dipersiapkan untuk melayani kesehatan para pekerja. Namun, dalam perkembangannya, rumah sakit ini selain melayani pekerja juga masyarakat umum di sekitarnya.

Selain memiliki gedung yang megah, sejak awal RSU Pekerja dikenal akan peralatannya yang modern dan canggih, seperti CT-Scan dengan 64 slice yang tak banyak dimiliki rumah sakit lain. Juga ada X-Ray Digital, mammografi untuk deteksi dini kanker, C-Arm, USG 4 dimensi, dan lainnya.

Sejak kerjasama dengan RS Pelni, RSU Pekerja makin dikenal masyarakat sekitar karena layanannya yang lebih baik dan semakin lengkap. Unit rehabilitasi medik yang biasanya di rumah sakit lain harus antre berjam-jam, di RSU Pekerja bisa diatur waktunya sesuai jadwal yang diinginkan. (Sumber: Info KBN)