Genap Berusia 34 Tahun, KBN Punya 4 Strategi di Tengah Pandemi Covid-19

blog post

Tepat pada tanggal 28 Juni 2020 PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero memperingati hari ulang ahunnya yang ke 34 tahun. Perayaan di tengah pandemi dan new normal ini tentu saja dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana biasanya PT KBN akan menggelar upacara yang akan dihadiri oleh para karyawan dan staf, tapi di tahun ini kegiatan tersebut terpaksa ditiadakan.

Akan tetapi sebagai rasa syukur atas pencapaian PT KBN yang berhasil mencapai target meski di tengah lesunya perekonomian nasional dan global akibat pandemi Covid-19, pihak KBN pun menggelar kegiatan tadarus, dzikir dan doa bersama dengan mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakn di Masjid Darussalam KBN, Cakung, Jakarta dan dihadiri oleh 50 orang yang terdiri dari anak yatim di sekitar kantor KBN dan juga para pejabat KBN. 

“Kegiatan syukuran ulang tahun ini kita menjaga jarak antara satu dengan lainnya yaitu satu setengah meter jaraknya. Jadi kita melaksanakan hari ulang tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti melalui upcara dimana banyak kumpul karyawan dan staf. Tapi hari ini yang hadir hanya 50 orang dengan ruangan yang bisa menampung 1.500 orang. Jadi  jaga jarak bisa diakukan 1 setengah sampai 2 meter," ujar Direktur Utama PT KBN (Persero), H.M. Sattar Taba.

Mantan Direktur Utama Semen Tonasa ini juga menyampaikan, di usia 34 tahun ini, KBN banyak menghadapi tantangan, terutama pandemi Covid-19, dimana wabah virus ini bukan saja persoalan di Indonesia tapi sudah menjadi persoalan dunia. 

“Nah untuk itulah menghadapi Covid 19 ini kita sudah membuat suatu prosedur yang dinamakan new proses dalam rangka menghadapi Covid-19. Proses mulai masuk di pintu gerbang sudah ada pemeriksaan pengetes suhu, kemudian harus pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” imbuh Sattar Taba.

Selain menjalankan prosedur yang sesuai standar yang dianjurkan oleh WHO dalam menjalankan new normal ini, KBN juga mulai menerapkan strategi baru yaitu memanfaatkan teknologi, untuk meminimalisir pertemuan atau transaksi secara langsung.

“Dalam proses transaksi kita juga tetap jaga jarak mengidari untuk berhubungan langsung, tetapi transaksi memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas perbankan yang ada. Misalnya transaksi pembayaran, otomatis melalui transfer keuangan. Begitu juga penerbitan invoice dan sebagainya, kita melalui teknologi semua. Itu salah satu cara untuk memutus mata rantai Covid-19," katanya.

Meskipun Covid 19 masih mewabah, akan tetapi roda industri harus terus berjalan demi keberlangsungan kehidupan suatu negara. Sebagai perusahaan BUMN, KBN pun harus terus berjalan maju dengan segala inovasi baru. Wabah Covid-19 jangan sampai menjadi sebuah hambatan namun harus dijadikan sebuah tantangan. Oleh karena itu KBN terus bergerak maju, dan untuk kedepan ini KBN pun sudah memiliki 4 strategi besar yang akan dilaksanakan. 

Keempat proyek tersebut diantaranya menyelesaikan pelabuhan C-04 di Marunda yang masih menunggu finalisasi perizinan, kemudian revitalisasi Cakung, ketiga adalah menata kembali industri-industri yang ada di Marunda, dan keempat pengembangan kawasan industri di Takalar, Sulawesi Selatan seluas 3.500 hektar , dan sekarang sudah tahap pembebasan lahan.

“Kita tengah menyelesaikan pembangunan pelabuhan C-04 sepanjuang 1.200 meter, kemudian revitalisasi lahan Cakung yang sekarang ini sudah dikosongkan, dimana banyak pabrik garmen yang pindah ke luar daerah Jakarta karena tingginya upah di Jakarta. Nah inilah kita mencari investor baru. Untuk Cakung ini kita mencari Investor yang High Class dan High Technology, sehingga tidak perlu ada padat karya tapi perlu padat modal. Nah ini yang kita upayakan dengan membangun fasilitas-fasilitas khusus investor yang high class atau high technology," papar Sattar Taba.

Sattar Taba melanjutkan, terkait pengembangan kawasan industri di Takalar, sudah ditandatangani kerjasama dengan 16 investor di bidang recycle metal, kemudian untuk investor oil ada 2 investor dari Timur Tengah. "Mereka semua siap berinvestasi di Takalar. Dimana di Sulawesi Selatan ini kedalaman pelabuhannya bisa sampai 40 M, itu daya tariknya dan sudah siap bangun semua," katanya.

Walaupun terjadi wabah Covid-19, Sattar Taba menyampaikan manajemen dan karyawan KBN harus terus bekerja, berpikir, berinovasi untuk bisa memberikan nilai tambah kepada perusahaan.

“Dan Alhamdulillah progress samapi Juni ini Insha Allah kita mencapai target. Malah lebih tinggi daripada sebelumnya. Ini yang kita syukuri kepada Allah meskipun dalam keadaan wabah Copvid-19, kita masih bisa melampaui pencapaian dari tahun-tahun sebeumnya," pungkas Sattar Taba. (*)