Jangan Dikotomi-kan Kesehatan dengan Industri

blog post

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta masyarakat tidak mempertentangkan antara kesehatan dengan industri. Dia yakin dua hal itu bisa seiring sejalan. Industri menjadi tempat bergantung kehidupan ekonomi masyarakat sehingga harus tetap berjalan, dan kesehatan pun tetap diutamakan.

”Keselarasan antara kesehatan dengan industri bisa kita lihat di PT Kahoindah Citragarment ini. Manajemen menerapkan protokol Kesehatan yang ketat dalam operasional pabrik garmen. Jadi, jangan lagi ada dikotomi antara kesehatan dengan industri,” kata Menteri Perindustrian saat mengunjungi pabrik garmen PT Kahoindah Citragarment di lahan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

PT Kahoindah Citragarment merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi. Perusahaan tersebut saat ini hanya mempekerjakan sekitar 50% dari total 3.671 karyawan kantor dan produksi, serta beroperasi dalam satu shift. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Kahoindah Citragarment memproduksi produk berupa jaket, blazer, pants, skirt, serta vest. Kapasitas produksi perusahaan mencapai 5,6 juta potong yang rata-rata merupakan pasokan bagi merek-merek global. “Kami menilai, perusahaan industri ini perlu tetap berjalan untuk menjaga produktivitas industri dalam negeri, mempertahankan ekspor, dan berkontribusi pada perekonomian nasional,” jelas Menperin.

Menperin mengapresiasi komitmen perusahaan dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Kemenperin, sehingga sektor industri tetap produktif dan berkontribusi terhadap perekonomian walaupun dalam kondisi yang di luar harapan.

“Industri memerlukan penyesuaian yang mungkin membutuhkan waktu. Tapi saat ini, PT Kahoindah Citragarment bisa tetap produktif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” imbuhnya. (*)