KBN Bentuk 3 Anak Usaha Baru

blog post

PADA tahun 2020 ini PT KBN Persero secara resmi akan melahirkan tiga anak perusahaan yang baru. Semua berasal dari SBU yang selama ini di bawah kendali KBN, masing-masing bergerak di bidang usaha kesehatan, logistik, dan kepelabuhanan.

Pemisahan dari perusahaan induk ini semata-mata didasarkan pada tuntutan regulasi dari pemerintah yang mengharuskan ketiganya harus memiliki badan hukum khusus.

Anak usaha baru itu nantinya akan bernama PT KBN Graha Medika yang mengelola RSU Pekerja, PT Marunda Bandar Indonesia (MBI) yang mengelola dermaga C-04 Marunda, dan PT KBN Prima Logistik yang mengelola usaha logistik.

Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana menyebutkan, bidang rumah sakit, kepelabuhanan, dan logistik harus dikelola oleh sebuah perusahaan khusus, sehingga tidak bisa lagi jadi SBU (strategic business unit) yang bernaung di bawah payung PT KBN Persero lagi.

RSU Pekerja yang yang mulai setahun lalu dikerjasamakan dengan RS Pelni, sebenarnya lebih dulu telah memisahkan diri dari induknya. Namun, karena untuk beroperasinya kini harus menggunakan badan hukum tersendiri dalam bentuk rumah sakit, akhirnya menjadi anak usaha.

Belum dirinci berapa besar modal yang akan digelontorkan sebagai modal kerja untuk kedua anak usaha baru tersebut. Dirkeu KBN Daly Mulyana menyebut suntikan modal untuk kedua usaha baru tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam RUPS tersebut nantinya juga akan diputuskan para komisaris dan direksi dari masing-masing perusahaan baru tersebut. Dirkeu Daly Mul-yana menyebut, mereka yang duduk di kepengurusan masih berasal dari internal KBN. Begitu pun SDM yang dilibatkan akan diambil dari KBN.

Yang perlu jadi catatan, “semua pengurus di anak usaha harus lulus asesmen dan sesuai standar Kementerian BUMN,” jelas Daly Mulyana.

PT KBN Prima Logistik sudah memiliki aset dan peralatan logistik yang memadai. Hanya saja beberapa unit usaha seperti perbengkelan nantinya akan dikembalikan ke KBN. Untuk mendukung operasional, selama setahun ke depan bengkel masih dikelola Prima Logistik dengan status pinjam. Setelah itu harus dikembalikan, dan tenaga kerja yang akan disalurkan ke tempat lain.

Sementara untuk PT MBI yang akan mengoperasikan dermaga merupakan penjelmaan dari SBU Kepelabuhanan yang semula pernah menjadi bagian dari SBU Kawasan Priok Marunda. BUP MBI dalam proses pengurusan izin operasional yang diharapkan segera selesai. Sebab, hanya dengan izin operasional pula kelanjutan proyek dermaga di sisi laut bisa dilanjutkan.

Terkait anak usaha yang bersama KCN menjadi empat anak perusahaan, KBN berencana membentuk unit kerja tersendiri yang bertanggungjawab kepada direksi. Unit kerja yang mengurusi pengendalian ini akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap anak usaha. Pengendalian yang selama ini ada di Divisi Akuntansi dan Keuangan akan sepenuhnya diserahkan kepada unit kerja yang baru ini. (InfoKBN)