H.M. Sattar Taba Raih Penghargaan Sebagai Wisudawan Terbaik

blog post

Direktur Utama PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) H.M. Sattar Taba, SE, M.IP menerima penghargaan sebagai wisudawan terbaik Program Pascasarjana (S2) Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN). Pria kelahiran Makassar, 12 September 1955 itu lulus dengan IPK 3.96 (cumlaude). Para pejabat PT. KBN (Persero) juga lulus dengan nilai memuaskan. KBN membuka kelas pascasarjana untuk para pejabat dan pegawainya sebagai upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

______________________

Penghargaan itu diterima oleh H.M. Sattar Taba pada Sidang Terbuka Senat STIP-AN dalam rangka Wisuda XIII Program Sarjana (S1) dan Wisuda VI Program Pascasarjana (S2) Tahun 2019 yang digelar di Jakarta, 11 Desember 2019.

Para pejabat KBN yang ikut wisuda program pascasarjana adalah Toha Muzaqi, Dasep Titof, Revindo Multi Matondang, Suprapto, Rinang Pangestu Barata, Paimun, Abdul Syukur, Ujang Misbah, Safrizal, Daud Adhi Suharto, Wawan Kusnawan, Basuki Rahmad, Andi Rustandi, Indra Dwiyanto, Arief Maulana Ali, Octavianus Bernard, Renny Kamal, Eka Kadarusman, Erwin Satria Nugraha, dan Yato. Mereka kini telah menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan (M.IP).

Acara wisuda tersebut diantaranya dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Gotong Royong (2002-2004) Muhammad Feisal Tamin yang juga merupakan Ketua Pembina Yayasan STIP-AN, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, mantan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang juga Wakil Ketua Pembina Yayasan STIP-AN Ermaya Suradinata, dan Ketua STIP-AN I. Nyoman Sumaryadi bersama jajarannya.

Turut hadir Komisaris Utama PT. KBN (Persero) Irjen. Pol. Ngadino, Direktur Keuangan Daly Mulaya, dan Direktur Pengembangan Rahayu Ahmad Junaedi.

Dalam sambutannya mewakili wisudawan, H.M. Sattar Taba menyampaikan rasa terima kasih kepada civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara yang telah memberikan bimbingan dan pengajaran. Sehingga di usia yang tak lagi muda, ia bisa menyelesaikan program pascasarjana, bahkan mendapat penghargaan dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari program pascasarjana STIP-AN.

Dia berharap penghargaan yang diterimanya ini dapat memotivasi anak-anak muda, khususnya di lingkungan KBN, untuk terus belajar. Sehingga dapat menggelorakan semangat dan kebulatan tekad dalam membangun sumber daya manusia unggul, menuju Indonesia maju.

”Untaian kata terima kasih juga kami sampaikan kepada isteri, anak-anak, cucu dan keluarga besar dan sahabat-sahabat yang telah mendukung dan mendoakan hingga dapat berdiri di podium terhormat ini dengan menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan (M.IP) serta sebagai wisudawan terbaik di kampus STIP-AN ini,” kata Sattar Taba.

Dia melanjutkan, para wisudawan boleh merasa bangga dan bahagia hari ini, menyambut kelulusan dan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dan Sarjana Ilmu Politik serta Magister Ilmu Pemerintahan yang diperoleh dari STIP-AN, berkat perjuangan keras menempuh pendidikan di kampus ini.

”Pada hari ini, kita juga dapat menyaksikan wajah-wajah berseri dari wisudawan/wisudawati, keluarga kita, sahabat kita serta semua orang yang mendukung kita selama ini. Kebahagiaan dan rasa haru yang dibalut rasa bangga nampak dan terlihat jelas pada wajah-wajah kita. Tidak ada yang salah dengan itu semua, namun point yang penting dan patut  kita ingat dan sadari adalah, hari ini bukanlah hari akhir dari perjuangan kita,” katanya.

Setelah sekian lama bergelut dengan kegiatan perkuliahan, diskusi kelompok, penyusunan usulan penelitian, sampai dengan penyusunan skripsi dan tesis serta ujian komprehensif yang begitu luar biasa menyita waktu, tenaga, pikiran dan uang yang dimiliki, akhirnya para wisudawan dapat menyelesaikan itu semua dengan wisuda hari ini.

”Namun ketahuilah perjuangan kita belumlah berakhir, justru perjuangan kita baru saja dimulai. Pintu gerbang masa depan baru dibuka diiringi tabuhan genderang perjuangan serta tiupan sangkakala yang melantunkan dendang lagu yang menggelorakan semangat dan etos kerja membangun karakter kebangsaan yang senantiasa terasa sebagai bisikan kudus dalam upaya menciptakan sumber daya manusia unggul, handal, kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia maju,” katanya.

Semua pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang dipelajari dan telah diterima selama proses pembelajaran di STIP-AN belum terasa cukup dan masih perlu terus dikembangkan secara terus menerus, apalagi dalam menghadapi tuntutan perkembangan dan perubahan yang demikian cepat yang dikenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0 dan Human Centered Society 5.0.

Ijazah yang dimiliki tidak akan ada arti dan maknanya apabila  tidak didukung oleh pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang dapat diterapkan dalam lapangan pengabdian dengan baik, berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat.

”Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan etos kerja yang tidak kenal menyerah dan terus menerus belajar, karena hanya dengan demikian kita akan dapat membangun diri kita menjadi generasi penerus bangsa yang kreatif, inovatif dan berkarakter serta mendharmabaktikannya bagi kemajuan masyarakat bangsa dan negara kita di manapun kita bekerja,” ujar Sattar Taba.

Pada akhirnya, Sattar Taba mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk mengembangkan diri menjadi alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara yang berkarakter kebangsaan, memiliki hati nurani, berfikiran cerdas menjadi Abdi Negara dan Abdi Masyarakat yang cinta dan setia terhadap Pancasila, UUD Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. (*)